
Setiap orang punya rasa takut dan keraguan di awal langkahnya. Namun, tidak semua orang berani melangkah melewati ketakutan tersebut untuk menjadi versi terbaik dari dirinya. Hal inilah yang dibuktikan oleh Ayesha Nadhira Citra Mulia, sosok siswi yang aktif, berprestasi, dan menginspirasi di lingkungan SMPN 1 Moga (Spensamo).
Di balik senyum ramahnya, Ayesha telah menorehkan sederet pencapaian yang membanggakan. Mulai dari mengemban amanah sebagai Pratami dan pengurus aktif OSIS serta Dewan Penggalang (DP) selama dua periode, tetap konsisten berada di jajaran 10 besar kelas, hingga berhasil meraih Juara 1 Lomba Pramuka Garuda Berprestasi Tingkat Kwarcab Pemalang dan melaju mewakili kabupaten ke tingkat Kwarda.
Melalui rubrik Kisah Kamis (KisMis) minggu ini, yuk kita simak cerita dan pengalaman inspiratif dari Ayesha!
Perjalanan Paling Berkesan: Melawan Ketakutan dan Melangkah Sendiri
Mencapai titik saat ini bukanlah hal yang instan bagi Ayesha. Perasaan senang, bangga, dan terharu bercampur jadi satu ketika ia mengingat bagaimana dirinya berjuang mengalahkan ketakutan-ketakutan yang dulu kerap membayangi.
Dari sekian banyak pengalaman, momen mewakili Pemalang ke tingkat Kwarda menjadi pencapaian paling berkesan dalam hidupnya.
“Ini pertama kalinya aku maju mewakili sekolah secara individu, karena sebelum-sebelumnya pasti berkelompok. Aku ga pernah menyangka bakalan bisa sejauh itu. Kegiatan itu memberikan pengalaman, kesenangan, dan tantangan-tantangan baru yang berkesan di hati aku,” ungkap Ayesha.
Untuk sampai ke tahap tersebut, persiapan ekstra pun dilakukan. Mulai dari mendalami materi SKU dan SKK, belajar bahasa Inggris, membuat peta, merangkai miniatur pionering, mengikuti les tambahan, hingga menjaga fisik dan mental agar tetap prima.
Tentu saja, perjalanan lomba tak lepas dari hambatan. Ayesha mengaku tantangan terbesarnya justru datang dari dalam diri sendiri, yaitu rasa kurang percaya diri yang sempat memicu rasa gelisah. Dari segi teknis, materi scouting skill—khususnya memecahkan sandi dengan clue terbatas dan waktu yang sangat singkat—menjadi momen paling mendebarkan baginya.
Rumah Kedua dan Makna Kepemimpinan
Bagi Ayesha, Pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler biasa. Lebih dari itu, Pramuka adalah pedoman tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari untuk senantiasa mengamalkan Dasa Darma dan Tri Satya.
Ketika dipercaya menjadi Pratami, Ayesha menghadapi ruang belajar baru yang seru sekaligus menantang. Ia belajar melatih jiwa kepemimpinan dengan merangkul banyak anggota dan memimpin berbagai agenda besar Pramuka di sekolah.
Lantas, apa yang membuat Ayesha betah bertahan hingga dua periode di OSIS dan Dewan Penggalang?
“Aku betah dan tahan di OSIS dan DP karena menganggap dua organisasi ini sebagai rumah kedua yang nyaman dan penuh kesenangan. Aku suka banget belajar berorganisasi, dan merasa selagi masih bisa lanjut, kenapa tidak?”
Salah satu kenangan organisasi yang paling membekas di ingatannya adalah saat latihan Pramuka bersama hingga malam hari di sekolah. Walau lelah, suasana hangat penuh canda, cerita, dan saling belajar menjadi momen berharga yang tak akan pernah terlupakan.
Menjaga Keseimbangan: Akademik, Burnout, dan Support System
Menjalankan peran ganda sebagai pengurus organisasi dan siswi berprestasi di kelas tentu membutuhkan kedisiplinan tinggi. Bagi Ayesha, rahasia tetap bertahan di 10 besar kelas sebenarnya sederhana: fokus dan jangan menjadikan organisasi sebagai alasan untuk malas belajar.
Jika ada materi pelajaran yang tertinggal karena kesibukan, Ayesha akan belajar mandiri atau bertanya kepada teman yang lebih paham.
Ketika rasa burnout dan lelah menghampiri, ia memilih untuk mengambil jeda sejenak guna menenangkan pikiran, sembari meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia sanggup untuk terus melangkah.
Di balik ketangguhannya, Ayesha menegaskan bahwa orang tua adalah support system utamanya. Keinginannya untuk berprestasi berakar dari rasa ingin membanggakan orang tua. Selain itu, dorongan dari teman-teman dan para guru menjadi energi penting yang membawanya sampai di titik ini.
Pesan Inspiratif untuk Teman-Teman Spensamo
Memegang teguh motto hidup “Jangan menyerah sebelum mencoba”, Ayesha percaya bahwa keberanian untuk mulai mencoba adalah langkah awal dari segala keberhasilan.
Ia pun membagikan pesan khusus untuk seluruh teman-teman di SMPN 1 Moga:
“Terus semangat belajar dan jangan pernah lelah buat mengejar mimpi kalian untuk berprestasi di Spensamo. Tunjukkan bakat kalian!”
Terakhir, jika diberi kesempatan untuk kembali ke masa awal masuk SMP, Ayesha hanya ingin menyampaikan satu hal sederhana namun bermakna mendalam kepada dirinya sendiri di masa lalu: “Jangan malu dan takut buat mencoba, karena nanti kamu akan menyesal.
“Semoga kisah perjuangan, kepemimpinan, dan semangat Ayesha ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berani berkarya dan mengukir prestasi!





Satu tanggapan untuk “Kisah Kamis: Menjawab Rasa Takut dan Mengukir Prestasi Bersama Ayesha”
MasyaAllah..semoga pengalaman di Spensamo memberimu banyak hal-hal bermakna untuk hidup&mimpimu