PROGRAM PELITA (Menyalakan Harapan Melalui Pemulihan Literasi dan Numerasi Dasar)

Di balik semangat belajar dan keceriaan siswa-siswi SMP di era digital, tersimpan sebuah realitas yang tidak selalu tampak di permukaan. Hasil pemetaan awal peserta didik baru Tahun Ajaran 2025/2026 di SMP Negeri 1 Moga menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang belum mampu membaca dengan lancar dan mengalami kesulitan dalam operasi hitung dasar.

Temuan ini bukan sekadar angka dalam laporan, melainkan cerminan tantangan nyata dunia pendidikan yang membutuhkan perhatian dan tindakan bersama.


Latar Belakang Program

Berdasarkan hasil Tes Pemetaan Potensi dan Karakter Siswa (TPPKS) yang telah divalidasi langsung oleh guru IPA, Matematika, dan Bahasa Indonesia, sekolah menemukan fakta bahwa:

  • Terdapat enam siswa yang belum mampu membaca dan berhitung sama sekali
  • Terdapat puluhan siswa yang masih mengalami kesulitan pada numerasi dasar

Kondisi ini menjadi alarm sekaligus panggilan nurani bahwa intervensi yang tepat, terencana, dan berkelanjutan harus segera dilakukan.


Hadirnya Program PELITA

Sebagai respons atas kebutuhan tersebut, sekolah meluncurkan Program PELITA (Pemulihan Literasi dan Numerasi Dasar), yaitu program pendampingan khusus yang dirancang untuk membantu siswa menguasai keterampilan dasar membaca, menulis, dan berhitung sebagai fondasi utama pembelajaran.


Filosofi Program PELITA

Nama PELITA dipilih bukan tanpa makna. Pelita adalah cahaya kecil yang mampu menerangi kegelapan. Program ini diharapkan menjadi cahaya harapan bagi siswa yang selama ini tertinggal dalam literasi dan numerasi.

Program PELITA berlandaskan pada keyakinan bahwa:

  • Setiap anak mampu belajar, meskipun dengan kecepatan dan cara yang berbeda
  • Kesulitan belajar bukanlah kegagalan, melainkan titik awal untuk bertumbuh
  • Pemulihan literasi dan numerasi memerlukan kolaborasi guru, sekolah, dan orang tua

Tujuan Program PELITA

Program ini bertujuan untuk:

  1. Membantu siswa menguasai kemampuan membaca dan berhitung dasar secara bertahap
  2. Meningkatkan kemampuan numerasi agar siswa mampu mengikuti pembelajaran reguler dengan lebih baik
  3. Meningkatkan rasa percaya diri dan semangat belajar siswa
  4. Mencegah ketertinggalan belajar yang berkelanjutan pada jenjang pendidikan berikutnya

Strategi Pelaksanaan

Program PELITA dilaksanakan melalui beberapa pendekatan utama, antara lain:

  • Pendampingan Terstruktur
    Dilaksanakan dengan jadwal khusus di luar jam pelajaran reguler
  • Pendekatan Humanis dan Kontekstual
    Agar siswa merasa aman, nyaman, dan tidak terstigma
  • Kolaborasi Lintas Peran
    Melibatkan guru mata pelajaran, wali kelas, guru BK, tenaga ahli, serta orang tua

Dalam pelaksanaannya, program ini tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, seperti ketekunan, keberanian mencoba, dan kepercayaan diri.


Sinergi dengan Orang Tua

Keberhasilan Program PELITA tidak terlepas dari dukungan orang tua. Melalui kegiatan Parenting Education, sekolah membangun kesepahaman bahwa pendampingan anak tidak berhenti di ruang kelas.

Orang tua diajak menjadi mitra aktif dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif di rumah, terutama dalam menghadapi tantangan literasi dan numerasi di era digital.


Menyalakan Harapan Bersama

Program PELITA bukanlah solusi instan, melainkan langkah awal yang penuh harapan. Dengan komitmen, kesabaran, dan kerja sama semua pihak, sekolah percaya bahwa setiap siswa dapat berkembang secara optimal sesuai potensi yang dimilikinya.


PELITA hadir untuk menegaskan satu hal penting:

Tidak ada anak yang tertinggal, yang ada hanyalah anak-anak yang sedang membutuhkan cahaya.