
MOGA – SMP Negeri 1 Moga menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan kenakalan remaja serta bullying selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 13–15 Oktober 2026. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMP Negeri 1 Moga, Dariah, S.Pd., M.Pd., pada Selasa, 13 Oktober 2026, yang sekaligus menjadi hari pertama pelaksanaan sosialisasi bagi siswa kelas IX.
Kegiatan ini menghadirkan Aipda Ari Setio Nugroho, Kanit Bimas Polsek Moga, sebagai narasumber yang memberikan edukasi dan pembinaan kepada peserta didik mengenai pentingnya menjauhi kenakalan remaja, mencegah perundungan, serta membangun pergaulan yang sehat dan positif.
Sosialisasi dilaksanakan secara bertahap berdasarkan jenjang kelas. Pada Selasa, 13 Oktober 2026, kegiatan diikuti oleh siswa kelas IX. Selanjutnya, pada Rabu, 14 Oktober 2026, sosialisasi diberikan kepada siswa kelas VII, kemudian dilanjutkan pada Kamis, 15 Oktober 2026, dengan peserta siswa kelas VIII.
Pelaksanaan secara bergiliran ini memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menghindari kenakalan remaja, mencegah perundungan, serta menciptakan lingkungan pergaulan yang aman dan positif.
Membekali Remaja dengan Kesadaran Hukum
Dalam kegiatan tersebut, Aipda Ari Setio Nugroho memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja dan dampak yang dapat ditimbulkannya. Para peserta diingatkan untuk menaati aturan, menjaga perilaku, memilih pergaulan yang positif, serta mempertimbangkan konsekuensi sebelum melakukan suatu tindakan.
Masa remaja merupakan tahap penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian. Oleh karena itu, siswa perlu memiliki kemampuan untuk mengendalikan diri, bertanggung jawab, dan berani menolak ajakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan peserta didik semakin memahami pentingnya kesadaran hukum dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Cegah Bullying, Bangun Pertemanan yang Sehat
Selain membahas kenakalan remaja, sosialisasi juga menekankan pentingnya pencegahan dan penanganan bullying atau perundungan di lingkungan sekolah.
Perundungan dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari ejekan, penghinaan, tindakan fisik, pengucilan, hingga perilaku merendahkan orang lain melalui media digital. Perilaku yang dianggap sebagai candaan oleh sebagian orang dapat menimbulkan rasa takut, sedih, kehilangan kepercayaan diri, bahkan mengganggu kenyamanan korban dalam mengikuti pembelajaran.
Para siswa diharapkan mampu membangun hubungan pertemanan yang sehat dengan menghormati perbedaan, menjaga ucapan, tidak melakukan kekerasan, dan menunjukkan kepedulian terhadap teman. Siswa juga didorong untuk berani menyampaikan laporan kepada guru, wali kelas, guru BK, atau pihak sekolah apabila mengetahui maupun mengalami tindakan perundungan.
Pencegahan bullying bukan hanya menjadi tanggung jawab korban atau pihak sekolah, melainkan membutuhkan kepedulian seluruh warga sekolah agar setiap siswa merasa aman, diterima, dan dihargai.
Sinergi Sekolah dan Kepolisian dalam Pembinaan Karakter
Penyelenggaraan sosialisasi selama tiga hari ini menjadi salah satu bentuk upaya pembinaan karakter peserta didik melalui edukasi dan kerja sama dengan pihak kepolisian. Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap siswa semakin memahami pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, sikap saling menghormati, serta kepatuhan terhadap aturan.
Edukasi sejak dini diharapkan dapat membantu peserta didik mengenali perilaku berisiko, menghindari tindakan yang merugikan, dan menyelesaikan permasalahan secara baik tanpa kekerasan.
SMP Negeri 1 Moga berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, tertib, dan bebas dari perundungan. Kesadaran untuk menjaga perilaku dan menghargai sesama diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan sosialisasi selesai, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Remaja hebat adalah remaja yang mampu menjaga diri, menghargai sesama, berani menolak perundungan, dan bertanggung jawab atas tindakannya. Dengan sinergi sekolah, keluarga, kepolisian, dan seluruh peserta didik, lingkungan sekolah yang positif dan bebas dari bullying dapat diwujudkan bersama.
Spensamo – Berkarakter, Berprestasi, dan Bebas Bullying.


