
Halo, Sobat Jurnalistik SMPN 1 Moga!
Setiap Kamis, kami akan hadir membawa kisah inspiratif dari teman-teman kita yang telah mengukir prestasi. Minggu ini, sorotan kita jatuh kepada siswi berprestasi yang juga merupakan sosok pemimpin di sekolah: Erina Tsany Hilyatul Aula dari Kelas IX A, Ketua OSIS periode 2024/2025.
Erina berhasil menyeimbangkan perannya sebagai pemimpin dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler lain, seperti Saspamo, Karawitan, dan FLSN. Erina membuktikan: menjadi pemimpin tidak lantas membatasi ruang gerak. Justru, hal itu menambah bekalnya.
Ketika Tanggung Jawab Saling Bertabrakan
Erina dikenal sebagai pemanen prestasi. Mulai dari meraih Juara 1 Pionering di Jambore Ranting 2024 hingga berjuang keras dalam lomba LKBB dan mencoba bidang asing seperti Mendongeng di FTBI dan FLS3N.Namun, di balik semua itu, ada momen-momen berat yang harus dihadapi. Ia menyebutkan bahwa momen paling menguji adalah: Ketika ada jadwal bertabrakan yang mengharuskan saya memilih salah satu dari acara tersebut tanpa melepas tanggung jawab saya.Tantangan terbesar ini diperparah dengan keharusan mengatur waktu.
“Tantangan terbesar pada lomba LKBB kemarin adalah cara saya membagi waktu antara fokus dengan belajar dan menghafal serta berlatih materi untuk lomba,” ungkap Erina.
Solusinya sederhana namun efektif: membuat jadwal harian yang disiplin, menentukan durasi spesifik untuk setiap kegiatan.
Piala yang Paling Berat Perjuangannya
Setiap piala memiliki cerita, tetapi ada satu yang menuntut pengorbanan mental dan fisik paling besar: LKBB Rhapsodi.
“Piala yang paling berat perjuangannya adalah pada saat berlomba pada LKBB Rhapsodi di mana saya dan teman-teman harus berusaha keras secara mental dan fisik untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal dari sebelumnya.”
Perjuangan ini mendewasakannya. Dalam proses berlatih, Erina mendapatkan pelajaran paling berharga: setiap usaha dan perjuangan yang kita lakukan tidak pernah sia-sia. Dari setiap keberhasilan dan kegagalan, pasti terdapat pelajaran berharga dan kesempatan untuk bangkit lebih baik.
Rahasia Bangkit dari Kelelahan
Bukanlah manusia jika tidak pernah merasa lelah atau ingin menyerah. Erina mengakui, momen ingin berhenti muncul ketika hasil kerja atau programnya tidak terlaksana secara maksimal. Lalu, apa yang membuatnya terus berjalan?Erina memiliki dua sumber motivasi yang kuat saat semangatnya meredup:
- Refleksi Diri: Ia melihat kembali foto dan penghargaan yang telah diraih, serta menonton video motivasi dari pelajar berprestasi lain di media sosial.
- Inspirasi Rekan: Melihat teman-teman organisasi yang mampu berdedikasi dalam setiap kegiatan, semangatnya kembali pulih untuk menciptakan program-program baru.
Motivasinya yang tak pernah padam adalah keinginannya untuk mengumpulkan bekal berupa pengalaman sebanyak-banyaknya untuk jenjang yang lebih tinggi.
Pesan Kunci: Ketulusan Hati
Erina bertekad untuk melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang. Sebagai penutup, ia membagikan kunci suksesnya kepada seluruh siswa SMPN 1 Moga:
“Carilah pengalaman dan prestasi sebanyak-banyaknya karena masa-masa SMP tidak datang dua kali. Perjalanan kalian masih sangat panjang. Kuncinya bukan hanya semangat dan kerja keras tetapi juga ketulusan hati dari setiap hal yang kalian lakukan, karena pada dasarnya setiap hal yang kita lakukan dengan ikhlas akan membawa banyak manfaat pada diri kita.”
Inilah kisah Erina Tsany Hilyatul Aula: seorang pemimpin bermental baja yang tak hanya meraih prestasi di panggung, tetapi juga menaklukkan tantangan terbesar—dirinya sendiri. Semoga kisah ini menjadi api semangat bagi kita semua!
***
Narasi oleh: Sekbid Olimpiade dan Jurnalistik OSIS SMPN 1 Moga




