
Moga — SMP Negeri 1 Moga kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Komitmen tersebut tampak dalam kegiatan pembelajaran IPA kelas 7 yang dipandu oleh Muji Juli Asri, S.Pd.Si., guru IPA yang menerapkan model pembelajaran deep learning melalui eksperimen perubahan fisika dan kimia.
Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium IPA ini menghadirkan suasana belajar yang hidup dan penuh eksplorasi. Sejak awal, Muji Juli Asri, S.Pd.Si. mengajak peserta didik melakukan pengamatan terhadap fenomena sehari-hari—mulai dari es mencair, garam yang larut dalam air, kertas terbakar, hingga reaksi yang menghasilkan gas. Fenomena-fenomena sederhana tersebut menjadi pintu masuk agar siswa mampu memahami dan membedakan secara konkret antara perubahan fisika dan perubahan kimia.
“Saya ingin siswa memahami konsep bukan hanya lewat definisi, tetapi lewat pengalaman nyata. Ketika mereka melihat, meraba, dan mencatat sendiri perubahannya, pemahaman akan jauh lebih kuat dan bertahan lama,”
— Muji Juli Asri, S.Pd.Si.
Melalui pendekatan deep learning, siswa dilatih menelaah penyebab dan ciri-ciri suatu perubahan. Mereka membuat hipotesis, melakukan percobaan, mencatat data secara sistematis, kemudian mendiskusikan hasilnya bersama kelompok. Proses ini tidak hanya menumbuhkan kemampuan berpikir ilmiah, tetapi juga membiasakan siswa bekerja secara kolaboratif.
Salah satu peserta didik kelas 7, Chila, mengaku materi menjadi lebih mudah dipahami setelah mengikuti percobaan langsung.
“Dulu saya sering bingung apa bedanya perubahan fisika dan kimia. Tapi setelah lihat sendiri bagaimana zat bisa berubah bentuk atau berubah jadi zat baru, saya jadi lebih paham,” ujarnya bersemangat.
Peserta didik lainnya, Haidar, turut menyampaikan pengalaman serupa.
“Percobaannya membantu saya lebih ingat. Misalnya lilin meleleh itu perubahan fisika, tapi kalau menyala dan menghasilkan jelaga itu perubahan kimia. Kalau tidak lihat langsung, mungkin saya masih salah,” ungkapnya.
Sepanjang kegiatan, suasana laboratorium dipenuhi antusiasme. Siswa aktif berdiskusi, mencatat hasil pengamatan, serta terlibat dalam setiap langkah eksperimen. Guru mendampingi setiap kelompok, memberikan pertanyaan reflektif, dan memastikan jalannya proses aman sekaligus menyenangkan.
Pembelajaran Deep Learning: Menyenangkan, Bermakna, dan Berpusat pada Siswa
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana deep learning dapat menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Melalui aktivitas eksploratif, siswa tidak sekadar menerima informasi, tetapi mengalami, mengamati, dan memaknai konsep secara langsung. Mereka belajar tanpa tekanan, bergerak aktif, berdialog, dan menemukan jawaban atas rasa ingin tahu mereka sendiri.
Ketika siswa merasa gembira, rasa ingin tahu tumbuh dengan sendirinya—mendorong mereka untuk lebih berani bereksperimen, lebih tekun mengamati, dan lebih mudah memahami konsep. Pembelajaran pun menjadi proses yang hidup, bukan sekadar rutinitas di kelas.
Dengan pendekatan pembelajaran mendalam seperti ini, SMP Negeri 1 Moga membuktikan bahwa kelas yang bermakna adalah kelas yang mendorong siswa menikmati proses, memahami konsep, dan mengembangkan kompetensi diri secara utuh. Upaya yang dilakukan oleh Muji Juli Asri, S.Pd.Si. merupakan langkah penting dalam mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik—penuh keceriaan, eksplorasi, dan pemahaman yang berkelanjutan.



