Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dalam Merancang Pembelajaran Mendalam

Dalam rangka memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka serta menumbuhkan ekosistem belajar yang lebih reflektif dan bermakna, SMP Negeri 1 Moga menggelar sebuah workshop bertema “Peningkatan Kompetensi Guru dalam Merancang Pembelajaran Mendalam”. Kegiatan ini berlangsung satu hari penuh dan diikuti oleh seluruh guru dengan antusiasme tinggi. Tujuannya adalah membekali para pendidik dengan pemahaman mendalam dan keterampilan praktis dalam merancang pembelajaran yang mampu mendorong siswa berpikir kritis, kontekstual, dan mandiri.

Workshop dibuka dengan sesi pre test sebagai tolok ukur awal pemahaman peserta terhadap konsep Pembelajaran Mendalam. Dilanjutkan dengan orientasi yang disampaikan oleh Kepala Sekolah yakni Ibu Didin Muamalah, S.Pd, M.Pd, peserta diajak memahami arah kebijakan pendidikan terbaru serta pentingnya peran guru sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran yang mengutamakan refleksi dan kolaborasi.

Sesi berikutnya menghadirkan Bapak Susanto, S.Pd yang membawakan materi tentang pola pikir bertumbuh (growth mindset) dan kerangka kerja Pembelajaran Mendalam. Ia menekankan bahwa guru perlu membangun kesadaran bahwa setiap murid dapat berkembang melalui proses belajar yang tepat dan kontekstual. Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan prinsip dan pengalaman belajar mendalam oleh Ibu Muji Juli Asri, S.Pd.Si yang turut mengajak peserta mengeksplorasi bagaimana menciptakan pengalaman belajar yang menyentuh ranah afektif dan kognitif siswa.

Setelah mendapatkan landasan teori, seluruh peserta secara aktif membuat peta konsep untuk memperkuat pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan. Kegiatan ini menjadi sarana visualisasi ide dan pemikiran bersama yang membuka ruang diskusi yang hangat antar guru.

Usai istirahat sejenak, workshop dilanjutkan dengan materi mengenai asesmen dalam Pembelajaran Mendalam. Disampaikan oleh Bapak Agung Ifnu P., S.Pd, sesi ini memberikan wawasan mengenai pentingnya asesmen formatif dan sumatif yang tidak sekadar mengukur hasil, tetapi juga menumbuhkan kesadaran belajar siswa. Peserta kemudian berdiskusi dalam kelompok kecil melalui studi kasus untuk menerapkan pendekatan asesmen dan strategi pembelajaran berdasarkan konteks kelas masing-masing.

Sesi siang ditutup dengan kegiatan menyusun perencanaan pembelajaran. Bapak Susanto, S.Pd kembali memandu guru-guru menyusun rancangan pembelajaran pertama (RP 1) yang terintegrasi dengan prinsip-prinsip PM. Para guru tampak antusias menuangkan ide-ide pembelajaran kreatif yang berfokus pada pengalaman belajar siswa. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari tugas mandiri lanjutan, di mana para peserta diminta menyusun rancangan pembelajaran untuk diimplementasikan di kelas sebagai bentuk praktik nyata.

Workshop ini ditutup dengan sesi refleksi, di mana para peserta menyampaikan pengalaman dan insight yang didapat selama proses berlangsung. Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan baru, tetapi juga mempererat kolaborasi antar guru dalam mewujudkan pembelajaran yang lebih bermakna dan berdampak bagi siswa.

Dengan semangat perubahan dan pengembangan kompetensi, SMP Negeri 1 Moga berharap seluruh pendidik mampu menjadi agen transformasi yang siap menghadirkan pembelajaran yang mendalam, relevan, dan membebaskan potensi siswa di abad 21.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *